Kamis, 02 Juli 2009

CRISTIANO RONALDO


Cristiano Ronaldo termasuk pemain revolusioner yang memberi warna baru di sepak bola. Lihat saja olah bolanya. Meski posisi naturalnya gelandang sayap, bintang Manchester United ini mudah mencetak gol layaknya striker.

MU menggaetnya dari Sporting Lisbon pada awal musim 2003-04 dengan tebusan 12,24 juta pounds (sekitar Rp221,291 miliar). Pemincunya MU baru saja beruji coba dengan Sporting. Di pesawat sekembali dari Portugal, sejumlah pemain MU yang terpesona kepadanya mendesak manajer Sir Alex Ferguson untuk merekrut Ronaldo.

Keputusan Ferguson meluluskan permintaan para pemainnya tidak sia-sia. Di MU, Ronaldo berkembang menjadi pemain yang istimewa. Pada musim pertama dia sudah mengundang decak kagum. Salah satunya karena mencetak satu dari tiga gol MU di final Piala FA melawan Milwall.

Musim 2004-05, Ronaldo makin berkembang. Permainannya lebih efektif. Ronaldo tidak lagi gemar pamer olah bola yang atraktif belaka. Ini mengantarnya mendapatkan penghargaan FIFPro Special Young Player of the Year 2005.

Koleksi gelarnya bertambah lagi di musim 2005-06. Ronaldo mengantar MU meraih gelar juara Piala Liga Inggris, setelah mengalahkan Wigan Athletic 4-0. Lagi-lagi Ronaldo menyumbang satu gol di partai final.

Menjelang musim 2006-07, Piala Dunia 2006 bergulir. Di ajang tersebut, Ronaldo menjadi sorotan karena dianggap memperovokasi wasit untuk mengeluarkan rekan setimnya, Wayne Rooney dalam partai Inggris versus Portugal. Kejadian ini sempat membuat Ronaldo dicemooh fans dan dikabarkan akan pindah dari MU.

Kenyataan yang terjadi bertolak belakang. Ronaldo bertahan di MU, meski mendapat tekanan besar. Hebatnya dia membuktikan dirinya bintang sejati. Begitu tertekan, penampilannya melonjak drastis. Ronaldo berkembang menjadi pemain produktif. Faktanya, 17 gol dicetaknya di musim 2006-07. Gol-gol itu berperan besar mengantar MU menjuarai Premier League.

Namun Ronaldo tidak mau berhenti. Di musim 2007-08, dia kembali memperlihatkan dirinya mampu tampil lebih baik. Terbukti jumlah golnya di Premier League di musim lalu sudah terlampaui. Jika terus seperti ini, tidak aneh jika suatu saat Ronaldo akan menjadi pemain terbaik di dunia.


Liputanbola.com - Teror Liverpool menggema ke seantero Eropa. Efek hebat dari keberhasilan menghancurkan Real Madrid dan Manchester United dalam waktu kurang dari satu pekan. Hasil gilang-gemilang yang menebar kengerian buat calon lawan The Reds.


Liverpool Gold Logo


Liverpool diyakini akan menuai sensasi luar biasa dalam menyokong perburuan menuju gelar juara Liga Champions dan Liga Premier Inggris. Satu lawan yang menurut Johan Cruyff patut dihindari Barcelona di babak perempat final Liga Champions.

Pasukan besutan Rafael Benitez memang sangat mengesankan pekan lalu. Delapan gol, masing-masing empat, dilesakkan ke gawang kampiun Spanyol dan juga Inggris. Dan Cruyff yang merupakan mantan pemain dan pelatih yang sukses di Barca berharap Los Blaugrana tidak bertemu dengan Liverpool dalam drawing babak perempat final, Jumat (20/3).

“Ketika menghadapi Madrid, Liverpool seperti mesin penggilas. Dan tim yang ngeri bertemu Manchester United pastinya tidak akan mau berhadapan dengan Liverpool,” ujar Cruyff kepada Mirror. “Oleh karena sukses besar menghancurkan Madrid dan MU, mereka menjadi tim yang dihindari setiap lawan.”

Permainan yang ditampilkan Steven Gerrard dkk tidak hanya membuat takjub Cruyff. Seperti diuraikan Frank Lampard, Chelsea yang punya kenangan buruk dengan Liverpool di Liga Champions juga keder jika bertemu mereka.

Walaupun mengaku takut, Cruyff yakin Barca mampu mengalahkan klub manapun jika berada pada performa terbaiknya. Menanggapi dua kemenangan Liverpool, sekali lagi, legenda hidup sepakbola Belanda itu memberi kredit poin atas strategi yang diterapkan Benitez. Utamanya ketika mengalahkan Madrid.

“Mereka menang secara meyakinkan dan sangat prestisius tapi keduanya punya cerita lain,” kata pemain yang akrab dengan nomor punggung 14 ini menambahkan. “Menghadapi Madrid, Liverpool bermain menyerang dan dengan pressing ketat. Menghadapi MU, mereka berduel face to face sampai akhirnya satu insiden merusak keseimbangan (MU), diusirnya Nemanja Vidic dan gol tendangan bebas Fabio Aurelio.”

Dua leg perempat final Liga Champions dimainkan pada 7-8 dan 14-15 April. Sedangkan delapan tim kontestan yang memperebutkan tempat di babak semifinal adalah: Barcelona, Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea, Bayern Muenchen, Villarreal dan FC Porto.