Senin, 19 April 2010

GRAMMAR TRANSLATION METHOD (GTM)
by ahmad fuad

A. PENDAHULUAN
GTM bukan suatu hal yang baru dalam pembelajaran bahasa, yang mana ini hanyalah sedikit berbeda. Nama yang telah digunakan oleh guru bahasa selama beberapa tahun yang lalu.
Pada zaman dahulu metode ini disebut dengan “classical method” yang waktu itu digunakan di dalam pembelajaran bahasa klasik, seperti bahasa Latin dan Yunani. Di awal abad ini metode ini digunakan untuk membantu siswa dalam membaca dan memahami literatur bahasa asing. Namun ini juga diharapkan bahwasanya dalam mempelajari atau memahami grammar terhadap bahasa target yang diinginkan, siswa akan menjadi lebih mengenal aturan bahasa yang sesuai dengan bahasa sumbernya dan pemahaman yang lebih mendalam ini akan lebih membantu mereka dalam membaca dan menulis yang sesuai dengan bahasa sumbernya menjadi lebih baik. Akhirnya bisa disimpulkan bahwasanya mempelajari bahasa asing akan membantu perkembangan siswa di dalam membangun intelektualnya, ini bisa diakui bahwasanya siswa tidak akan pernah menggunakan bahasa target namun pembelajaran mental itu sangat diperlukan.
Kita GTM dengan cara mencoba melakukan penelitian terhadap sebuah kelas yang saat itu guru sedang menggunakan metode itu. Kelas itu merupakan kelas bahasa Inggris intermediate yang tinggi universitas di Kolombia, siswa. Pembelajaran yang dilaksanakan selama 2 jam setiap kali pertemuan dilaksanakan 3 kali dalam seminggu.




B. PENGALAMAN
Ketika kita memasuki kelas siswa sedang membaca yang berjudul “the Books’Ambition, hasil karya mark Twain’s life on the Missisippi. Masing-masing siswa dimintai untuk membaca beberapa alinea dari teks, setelah setelah membaca ia diminta untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Spanyol. Guru membantunya dengan memberikan kosakata baru yang dibutuhkan. Ketika mereka telah selesai membaca dan menerjemahkan teks itu, guru meminta mereka untuk bertanya dalam bahasa Spanyol. Bila ada pertanyaan, seorang siswa mengangkat tangannya dan berkata “What is paddle wheel ? Kemudian guru menjawab, “Es una reda de paletas”, bagaimana dalam kapal uap dan di sungai Missisippi, saat Mark Twain masih kanak-kanak, siswa lainnya mengatakan “No Understand’ gorgeous” kemudian guru menerjemahkannya “Primoroso”.
Karena tidak lagi pertanyaan dari siswa, guru meminta mereka untuk menuliskan jawaban “Reading comphrehension yang muncul di akhir teks, pertanyaan dalam bahasa Inggris kemudian siswa diperintahkan untuk menuliskan jawabannya ke dalam bahasa Inggris yang baik, mereka menjawab pertanyaan pertama secara bersama-sama, sebagai contoh seorang siswa membaca dengan suara yang lantang “When did Mark Twain liver ?, kemudian siswa yang lainnya menjawab “Mark Twain Lived from 1835-1910 “Buenos” kata guru, kemudian siswa mengerjakan secara individu. Lagi pula pertanyaan yang diminta untuk mendapatkan informasi yang tersirat di dalam reading passage, siswa menjawab dua model pertanyaan, yang pertama, mereka harus membuat kesimpulan terhadap pemahaman sebuah teks, contoh “do you think the boy was ambitious ? Why or Why not ? Bentuk yang kedua yaitu yang menghubungkan antara pengalaman siswa dengan teks yang ada. Contoh satu pertanyaan “have you ever throught about running away from house ?.
Setelah satu setengah jam guru berbiara dalam bahasa Spanyol meminta para siswa untuk berhenti dan mengecek pekerjaan mereka, satu demi satu masing-masing siswa menjawab pertanyaan yang diberikan. Jika dia benar guru mempersilahkan siswa lain membacakan pertanyaan selanjutnya. Jika dia salah guru memilih siswa yang lainnya untuk memberikan jawaban yang benar atau guru sendiri yang akan memberikan jawaban yang benar.
Kegiatan selanjutnya, guru meminta siswa untuk membuka halaman yang berikutnya. Disana ada daftar kata kemudian diberitahukan kepada siswa bahwa kata-kata itu diambil dari teks tersebut yang baru mereka baca. Contoh : siswa menemukan kata-kata “Ambition”, “Career”, “Wharf”, “Transquil”, “Gorgeous”, “Wathe”, “Envy”, “Humbhy”. Mereka diberitahukan bahwa terdapat kata-kata tinjauan dari yang lainnya merupakan kata yang baru. Kemudian siswa diperintahkan untuk mengartikan ke dalam bahasa Spanyol, siswa diberikan kata-kata bahasa Inggris seperti “Lob” “Noisy” ugly and proudly dan disuruh mencari lawan katanya yang terdapat dalam teks tersebut.
Setelah mereka selesai mengerjakan latihan, guru mengingatkan mereka bahwa kata-kata dalam bahasa Inggris yang sama dengan bahasa Spanyol disebut dengan cognates, bahasa Inggrisnya “ty” Spanyol –dad-and-tad, guru meminta perhatian dari murid terhadap kata “posissibilty” di dalam teks dan guru mengatakan kepada murid bahwasanya kata ini mirip/sama dalam bahasa Spanyol “possibilidad” guru meminta para murid untuk menyebutkan contoh yang lainnya di dalam teks itu, seorang siswa laki-laki mengangkat tangan dan menjawab “Obscurity”, “Bien”, ketika semua cogerates ini telah diidentifikasikan, siswa diperintahkan untuk melanjutkan latihan pada bab selanjutnya dan kemudian menjawab pertanyaan, “what do these cognates mean ?” ada beberapa bahasa Inggrisnya “curiosity, opportunity” liberty dan lain-lain. Kemudian para siswa untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Spanyol.
Tahap selanjutnya menguraikan tata bahasa. Meskipun ada beberapa “two-new verbs” baru yang belum dipelajari oleh siswa. Berikut ini penjelasannya dan siswa diminta untuk menerjemah ke dalam bahasa Spanyol. Selanjutnya mereka diberikan kaedah penggunaan “direct object” dalam two-word verbs.
Jika “two-word verbs” dapat dipisah, “direct object boleh berada diantara verb adan Article. Bagaimanapun, pemisahan ini dibutuhkan bila “dicert object berupa kata ganti. Jika tidak dapat dipisah, maka tidak ada pemisahan antara verb dan article. Contoh :
- John put his book away / John put it away
But not
John put away it
(Karena “put away” merupakan kata kerja yang dapat dipisah).
- The teacher went over the homework.
But not
The teacher went the homework over.
(karena “go over” merupakan kata kerja yang tak dapat dipisah)
Setelah membaca kaidah dan contoh-contoh tersebut, murid diminta untuk menceritakan two word verbs berikut ini, diambil dari teks yang dapat dipisahkan dan tidak dapat dipisahkan. Mereka menghubungkan teks tersebut petunjuk, jika mereka tidak dapat menceritakan, diperkenankan menggunakan kamus mereka atau bertanya kepada guru mereka.
Turn up Wake up Get on Take in
Run away Fade out Lay up
Go away Break down Turn back
Akhirnya, mereka diminta untuk meletakkan salah satu “prhasal verb” formulir dari tiap-tiap sepuluh kalimat yang mereka berikan. Mereka mengerjakan nomor pertama dan kedua bersama.
1. Mark Twain decided to _____ because his parents wouldn’t let him get a job in the river.
2. The steamboat men ____ and discharge freight at each port on the Mississippi River.
Ketika siswa selesai dengan latihan ini, mereka membaca jawaban mereka dengan suara yang lantang.
Pada akhir bab ini terdapat sebuah daftar pokok kosakata yang dimunculkan dalam teks.
Daftar dibagi dalam dua bagian :
Pertama mengandung kata-kata, dan kedua, idiom seperti “to give someone a cold shoulder .” Kemudian tiap-tiapnya terdapat sebuah frasa dan kata dalam bahasa Spanyol. Sebagai tugas di rumah, guru meminta murid untuk menghapal terjemahan bahasa Spanyol 20 kata baru pertama dan menulis sebuah kalimat.
Pada dua sisa pelajaran Minggu ini, murid akan diminta untuk :
1. Tulislah terjemahan dari teks bacaan ke dalam bahasa Spanyol.
2. Urailah kaidah menggunakan objek langsung dengan dua kata kerja dan memakainya pada ungkapan kata kerja lainnya.
3. Kerjakanlah sisa latihan dalam bab yang termasuk latihan dengan kumpulan dari bentuk past paticiple tidak beratran. Murid akan diminta untuk menghapal present tense, past tense, dan bentuk past participle dari contoh irregular. Ini.
Drink Drank Drunk
Sing Sang Sung
Swim Swam Suun
Ring Rang Rung
Begin Began Begun
4. Menulis sebuah karangan tentang ambisi yang mereka miliki.
5. Menghapal sisa pokok kosakata dan menulis kalimat.
6. Mengadakan kuis tentang tata bahasa dan kosakata pada bab ini. Mereka diminta untuk menerjemahkan sebuah paragraf bahasa Spanyol tentang kapal laut ke dalam bahasa Inggris.

C. MEMIKIRKAN TENTANG PENGALAMAN
Ini sebuah pengenalan singkat tetapi ini mungkin bukan hal yang baru. Barangkali kamu telah belajar dalam cara ini atau anda mengajar dengan metode ini sekarang. Apa ini benar atau tidak, mari kita lihat apa yang telah kita pelajari tentang GTM. Kita dapat membuat sejumlah pengamatan tentang kelas yang kita hadiri. Pengamatan kita ada pada daftar kolom sebelah kiri, dari mereka kita akan mencoba untuk mengenal tersebut ada pada daftar kolom sebelah k anan. Kita akan membuat pengamatan dengan mengikuti rencana pelajaran pada kelas yang kita amati.

PENGAMATAN DASAR-DASAR
1. Kelas sedang membaca sebuah kutipan Mark Twain’s Life on The Missisippi Tujuan pokok dari mempelajari bahas asing adalah mampu membaca Kesusteraan. Kesusteraan bahasa adalah bahasa sastra yang diucapkan. Pelajaran budaya asing siswa dibatasi pada kesusastraannya dan seni sastra.
2. Murid menerjemahkan teks bacaan dari bahasa Inggris ke bahasa Spanyol Sebuah tujuan pening baru murid untuk mampu menerjemahkan tiap-tiap bahasa ke bahasa lainnya. Jika murid dapat menerjemahkan diri satu bahasa ke bahasa lain mereka dianggap berhasil.
3. Guru menanyakan murid menurut bahasa ibu mereka jika mereka memiliki pertanyaan. Seorang murid menanyakan seseorang dan dijawab dalam bahasa ibunya. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa target bukanlah sebuah tujuan dari pengajaran bahasa asing.
4. Murid menuliskan jawaban pertanyaan “reading comprehension” Keterampilan utama yang dikembangkan adalah membaca dan menulis. Sedikit perhatian diberikan untuk berbicara dan mendengarkan dan hampir tak satupun untuk “pronunciation”
5. Guru memutuskan apakah sebuah jawaban benar atau tidak. Jika jawaban tidak benar, guru memilih seorang murid yang berbeda untuk memberikan jawaban yang benar atau guru memberi sendiri jawaban yang benar. Guru adalah orang yang berwenang dalam kelas. Ini sangat penting bagi murid mendapatkan jawaban yang benar.
6. Murid mempelajari kata-kata baru dari bahasa Inggris ke bahasa Spanyol. Ini memungkinkan untuk menemukan bahasa ibu yang sepadan kata bahasa sasaran.
7. Murid mempelajari bahasa inggris “ty” dapat disamakan dengan –dad dan –tad dalam bahasa Spanyol. Pembelajaran ini dimudahkan melalui kesamaan antara bahasa sasaran dan bahasa ibu.
8. Murid diberikan sebuah kaidah tata bahasa untuk menggunakan “direct object” dengan dua kata kerja. Ini penting bagi murid untuk mempelajari tentang bentuk bahasa sasaran.
9. Murid menggunakan kaidah untuk contoh yang mereka berikan. Deduktif penggunaan sebuah kaidah tata bahasa yang jelas adalah teknik pedagogical yang benar.
10. Murid menghapal kosakata. Pembelajaran bahasa memberi latihan mental.
11. guru meminta murid menuliskan kaidah tata bahasa. Murid seharusnya menyadari kaidah tata bahasa dari bahasa sasaran.
12. Siswa menghafal bentuk-bentuk simple tense, past tense dan past participle. Dimana kemungkinan perubahan kata kerja dan pola-pola grammar yang lainnya seharusnya dilakukan dengan menghafal.
Ada kegiatan yang direncanakan untuk minggu yang tersisa, kita akan mengikuti praktek bukan penelitian kecuali jika IA menemukan prinsip yang berbeda dari metode ini.

D. TINJAUAN TERHADAP PRINSIP
Prinsip-prinsip GTM diatur di bawah dengan menjawab 10 pertanyaan pada Bab I. Tidak semua pertanyaan oleh GTM kita akan mendata semua pertanyaan, bagaimanapun, sehingga perbandingan di antara metode-metode yang akan kita pelajari akan lebih mudah.
1. Apa tujuan guru menggunakan GTM ?
Menurut guru yang menggunakan GTM, tujuan pokok asing adalah untuk memudahkan membaca kesastraan yang ditulis dalam bahasa sasaran. Untuk ini, siswa perlu belajar tentang kaedah grammar dan kosakata dalam bahasa sasaran. Lagi pula diyakini bahwa mempelajari bahasa asing memberikan siswa latihan mental yang baik membantu mengembangkan pikiran mereka.
2. Apa peran guru ? dan apa pula peran siswa ?
Perannya sangat tradisional. Guru memiliki wewenang dalam kelas. Para siswa mengerjakan apa yang dikatakan lalu mereka dapat mempelajari apa yang mereka ketahui.
3. Apa ciri-ciri dari proses belajar mengajar ?
Siswa diajarkan menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lain. Sering mereka menerjemahkan bacaan bahasa sasaran tentang aspek-aspek kebudayaan masyarakat. Siswa mempelajari “grammar” secara deduktif yakni mereka diberikan kaidah grammar serta contohnya dan mereka diperintah untuk menghafalkannya dan selanjutnya menerapkannya pada contoh yang berbeda. Mereka juga mempelajari “grammatical paradigma” seperti “verb conjugatifon”.
4. Bagaimana interaksi murid dengan guru ? dan bagaimana pula hubungan / interaksi antar siswa ?
Sebagian besar hubungan yang terjadi di kelas adalah guru-siswa, hanya sedikit interaksi antar siswa.
5. Bagaimana perasaan yang dihadapi para siswa ?
Tidak ada prinsip-prinsip metode yang berhubungan dengan bidang ini.
6. Bagaimana bahasa dipandang ? Bagaimana kebudayaan dipandang ?
Bahasa sastra dipandang unggul untuk dianggap dalam bahasa dan kemudian bahasa tersebut dipelajari siswa. Kebudayaan dipandang bagian kesastraan dan seni.
7. Aspek bahasa apa yang ditekankan ? Apa sajakah keterampilan yang ditekankan ?
Vocabulary dan grammar yang ditekankan Reading dan Writing merupakan keterampilan utama siswa. Ada sedikit banyak perhatian terhadap Speaking dan Listneing. Dan juga Pronunciation hanya menerima sedikit perhatian.
8. Apa peranan bahasa asli siswa ?
Arti dari bahasa sasaran dibuat dengan jelas melalui proses menerjemahkan ke dalam bahas asli siswa. Bahasa yang dipakai di kelas sebagian besar adalah bahasa asli siswa.
9. Bagaimana pelaksanaan evaluasi ?
Dalam tes tertulis, siswa diminat menerjemahkan bahasa asli ke bahasa sasaran, atau sering digunakan “vide versa”. Pertanyaan tentang budaya asing atau biasa menyuruh siswa menerapkan kaedah grammar.
10. Bagaimana guru merespons kesalahan siswa ?
Membuat para siswa mendapat jawaban benar dianggap sangat penting. Jika siswa membuat kesalahan atau tidak mengetahui jawaban, maka guru memberikan jawaban yang benar.

E. TINJAUAN TERHADAP TEKNIK
Tanyakan pada dirimu sendiri apakah jawaban pertanyaan-pertanyaan diatas dapat dimengerti. Jika demikian kamu boleh mencoba beberapa teknik GTM dari tinjauan berikut ini. Selain itu kamu mungkin sedikit setuju dengan jawaban tersebut, tetapi ada beberapa teknik yang bermanfaat berkaitan dengan GTM. Di bawah ini merupakan deskripsi yang dikembangkan pada beberapa teknik ini :
1. Translation of a literary passage
Siswa menerjemahkan teks bacaan dari bahasa sasaran ke bahasa ibu mereka. Teks bacaan tersebut kemudian menitik beatkan pada beberapa kelas : “vocabulary” dan “grammartical structures” dalam teks tersebut dipelajari pada pelajaran berikutnya. Teks tersebut boleh dikutip dari beberapa karya kesusastraan bahas sasaran atau seorang guru boleh menulis teks yang dirancang dengan hati-hati termasuk kaedah “grammar” dan “vocabulary” yang khusuis. Terjemahan boleh ditulis atau diucapkan atau kedua-duanya. Siswa tidak harus menerjemahkan idiom dan yang semacamnya itu secara harfiah, akan tetapi cukup dengan satu cara yang menunjukkan bahwa mereka mengerti artinya.
2. Reading comprehension q uestion
Siswa menjawab pertanyaan dalam bahasa sasaran berdasarkan pemahaman mereka terhadap teks bacaan. Pertanyaan tersebut sering kali diurutkan sehingga pertanyaan pertama menanyakan informasi yang terkandung dalam teks bacaan tersebut. Agar dapat menjawab pertanyaan kedua, siswa harus membuat kesimpulan berdasarkan pemahaman mereka terhadap teks tersebut. Artinya mereka harus menjawab pertanyaan tentang teks tersebut meskipun jawabannya tidak terdapat dalam teks itu sendiri. Pertanyaan ketiga mengharuskan siswa mengaitkan teks tersebut dengan pengalaman mereka sendiri.
3. Antonyms / Synonyms
Siswa diberi daftar kosakata dan diminta untuk menemukan antonimnya dalam teks bacaan tersebut. Latihan yang serupa juga dapat dilakukan dengan meminta siswa menemukan sinonimnya dari daftar kosakata tersebut. Atau siswa diminta mendefinisikan kosakata tersebut berdasarkan pemahaman seingat mereka juga mungkin yakni meminta mereka mengerjakan kosakata dari teks tersebut.
4. Cognates
Siswa diajarkan mengenal kesamaan dengan belajar mengeja atau pola bunyi yang sesuai. Siswa diminta menghafal kata-kata yang tampak sama akan tetapi memiliki arti yang berbeda. Teknik seperti ini tentu akan bermanfaat.
5. Deductive Application of Rule
Kaidah “grammar” disajikan beserta contoh-contohnya, pengecualian di setiap kaidah diberi tanda. Bila siswa memahami kaidah itu, mereka diminta menerapkannya dalam contoh yang berbeda.
6. Fiil-in-the blanks
Siswa diberikan sederatan kalimat dengan kata-kata yang hilang. Mereka mengisi kekosongan dengan pembendaharaan kata baru atau dengan jenis grammar yang khas misalnya “prepositions” atau “verbs” dalam tense yang berbeda.
7. Memorization
Siswa diberikan daftar pembendaharaan kata dari bahasa sasaran dalam bahasa ibu mereka yang sepadan dan diminta mengingatkannya. Siswa juga diharuskan menghafal kaidah dan pola tata bahasa seperti “verb conjugations”
8. Use words in sentences
Agar menunjukkan bahwa siswa memahami makna dan penggunaan kosa kata baru, siswa merangkai kalimat dengan menggunakan kosa kata baru.
9. Composition
Guru memberikan sebuah topik kepada siswa untuk mengarang dalam bahasa sasaran. Topik tersebut berdasarkan atas beberapa aspek membaca teks pelajaran. Terkadang sebagai pengganti membuat karangan, siswa diminta membuat ikhtisar dari teks bacaan tersebut.

F. CONCLUSION
Sekarang kamu mempunyai kesempatan memeriksa prinsip dan teknik GTM. Cobalah membuat hubungan antara apa yang kamu pahami dan kepercayaan dan situasi pengajaranmu sendiri.
Apakah kamu percaya bahwa alasan pokok untuk mempelajari bahasa asing adalah dapat membaca kesusastraan yang ditulis dalam bahasa sastra ? Apakah kamu pikir bahwa penting mempelajari bahasa sasaran ? Bolehkah budaya dipandang sebagai kesusastraan dan seni yang baik ? Apakah kamu setujui dengan prinsip-prinsip lain yang mendasari GTM yang mana ?
Apakah menerjemah merupakan latihan yang berharga ? Apakah menjawab pertanyaan “comprehension reading” dari bentuk yang digambarkan disini sangat membantu ? Apakah teknik ini atau teknik GTM yang lain akan bermanfaat dalam pengajaranmu ? yang mana ?

CONCLUSION
Grammar Translation Method


What does GTM mean?

• GTM is a method of teaching language that allows using native language in learning target language or the language that is used in class is mostly the students’ native language and the teacher is the authority in the classroom
• GTM merupakan salah satu metode atau cara pengajaran bahasa asing dimana guru menjadi ‘centre of learning’ yang berwenang dalam kelas atau sebagai pemegang otoritas. GTM juga membolehkan penggunaan bahasa ibu (native language) dalam pengajaran bahasa asing/sasaran tersebut.

What are the characteristics of GTM?
Characteristics of GTM are:
• Allows using students’ native language
• Teacher centre
• More memorizing vocabulary of the target language.
• Teaching grammar is deductively
• No interaction among the students
• No interaction between teacher and students
• Diperbolehkan menggunakan bahasa ibu dalam pengajaran bahasa asing.
• Pengajaran tata bahasa bersifat deduktif yakni dari pola atau kaidah yang diajarkan dahulu kemudian diberikan contoh-contoh.
• Pengajaran tata bahasa disajikan melalui ‘reading passage’.
• Lebih banyak menghafal kosa kata.
• Pengajaran bersifat ‘teacher centre’ bukan pembelajaran ’students centre’

What is emphasized in GTM?
• GTM emphasizes the ability of translating the foreign language literature. Language skill that is emphasized are reading and writing.
• Menekankan pada kemampuan siswa dalam menterjemahkan literatur bahasa asing dari pada kemampuan berkomunikasi lisan.
• Aspek bahasa yang ditekankan adalah ‘grammar’ dan ‘vocabulary’.
• Skill bahasa yang diutamakan adalah ‘reading’ dan ‘writing’.

Kelebihan GTM

• Mengembangkan keterampilan dan kemampuan siswa dalam membaca, menulis dan menterjemah literatur bahasa asing.
• Memudahkan siswa dalam mempelajari bahasa asing karena diperbolehkan menggunaan bahasa ibu (native language) dalam proses pengajaran bahasa tersebut.
• GTM sangat mudah diterapkan oleh guru dalam proses pengajaran bahasa karena semua orang dapat dengan mudah menggunakan metode tersebut dalam proses pengajaran bahasa tanpa perlu keahlian khusus.

Kekurangan GTM

• Sedikit interaksi yang tercipta antar siswa.
• Kemampuan berkomunikasi lisan siswa dalam bahasa asing/sasaran kurang ditekankan.
• Guru yang menggunakan metode GTM biasanya kurang memiliki keahlian khusus dalam proses pengajaran bahasa.

Solusi untuk menutupi kekurangan GTM

• Sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa GTM kurang menekankan pada kemampuan komunikasi lisan siswa dalam bahasa sasaran maka untuk menutupi kekurangan tersebut sebaiknya seorang guru yang menggunakan metode ini lebih meminimalisir penggunaan bahasa ibu (native language) dalam pengajaran bahasa.

Selasa, 06 April 2010

english

Kata, kata, kata …. begitu banyak kata bahasa Inggris yang harus dipelajari dan sangat sulit mengingat semuanya. Dalam postingan kali ini saya akan memberikan 7 tips dari Paul Turner yang akan manjadikan belajar dan mengingat kosa kata baru lebih mudah, lebih cepat, lebih menyenangkan, dan lebih efektif.

1. Buat jaring hubungan kata

Otak kita merekam apa yang kita baca dan mengubahnya menjadi gambar-gambar, ide-ide, dan perasaan, etc. dan selanjutnya membuat hubungan antara apa yang kita tahu sebelumnya dengan informasi yang baru didapat (kata-kata dan ide-ide). Dengan ini kita mengingat sesuatu. Hal “baru” dipadukan dengan hal “lama”. Mari ambil contoh sebatang pohon. Cukup mudah bagi Anda untuk melihat sebatang pohon besar dengan banyak ranting dan daun dibanding melihat sebatang pohon kecil dengan ranting dan daun yang sangat sedikit, benar bukan? Nah begitu juga dengan otak Anda. Ketika Anda menghubungkan sebuah kata atau ide baru dengan sesuatu yang telah Anda ketahui sebelumnya akan menjadi lebih mudah bagi otak Anda untuk menemukan (melihat) nya ketika Anda perlu mengingatnya. Read the rest of this entry →

Keutamaan menjadi non-native English speaker (bukan penutur asli bahasa Inggris) 2

Posted on December 26, 2009 by admin

Akhir-akhir ini saya mulai merasa sedikit “kesulitan” mencari bahan tulisan untuk diposting di blog ini. Sebetulnya hal ini sudah saya antisipasi dengan menyediakan layanan “Usulan Postingan”, namun masih sedikit pembaca yang memanfaatkan fitur tersebut. Beberapa usulan yang dimasukkan pun sudah ada dalam blog ini sehingga timpang tindih, atau memang tidak layak untuk diterbitkan. Karena sulitnya mencari bahan tulisan yang merupakan materi pelajaran, maka dalam postingan kali ini saya akan menulis di luar materi pelajaran, namun jangan khawatir karena tentu masih relevan dengan bahasa Inggris.

Dunia telah menyepakati bahasa Inggris menjadi bahasa Internasional, bahasa komunikasi dan teknologi. Read the rest of this entry →

Don’t count your chickens before they hatch 0

Posted on December 22, 2009 by admin

Mungkin ada yang bingung melihat judul di atas dan berpikir apa hubungannya dengan isi postingan ini. Apa yang Anda baca pada judul di atas bukanlah makna yang sesungguhnya. Tulisan ini sengaja di beri judul demikian karena dalam tulisan kali ini kita akan berbicara tentang “idiom”.

Sebagai non-native English speaker (bukan penutur asli) yang mempelajari bahasa Inggris, kita tentu paham dengan arti dari kata-kata dan bagaimana menggabungkan menjadi sebuah kalimat yang memiliki makna yang koheren. Akan tetapi, sering kita menjumpai frase atau kalimat yang jika ditinjau kata per kata kita tahu artinya namun makna dari frase atau kalimat itu sangat berbeda dengan kata-kata yang membentuknya. Read the rest of this entry →

Melatih kosa kata dengan Teka-Teki Silang online 3

Posted on December 19, 2009 by admin

Setelah mencari-cari ide tulisan hari ini, akhirnya saya terpikirkan tentang melatih kemampuan bahasa Inggris dengan permainan-permainan kata online. Kali ini kita akan melatih perbendaharaan kata bahasa Inggris dengan memecahkan soal TTS (Teka-Teki Silang) secara online. Layanan Teka-Teki Silang ini disediakan secara gratis oleh vocabulary.co.il dengan 53 topik yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan kita.

Pertama-tama klik disini untuk masuk ke halaman permainan. Tunggu sampai halaman selesai loading dan akan muncul tampilan seperti berikut: Read the rest of this entry →

Perbedaan bahasa Inggris British (British English) dan bahasa Inggris America (American English) 2

Posted on December 18, 2009 by admin

Tulisan ini dibuat menindaklanjuti komentar beberapa pembaca blog ini yang meminta pembahasan tentang perbedaan antara bahasa Inggris British (British English) dan bahasa Inggris Amerika (American English). Perbedaan kedua bahasa Inggris ini bisa ditinjau dari beberapa aspek dan sudah dibahas sangat lengkap dan mendetail dalam bahasa Inggris di tautan ini. Namun bagi rekan-rekan yang belum mampu menerjemahkannya berikut merupakan rangkuman tentang perbedaan British English dan American English.

Bahasa Inggris digunakan di banyak negara baik sebagai bahasa Ibu maupun sebagai bahasa ke-dua. Itulah sebabnya selain “bahasa Inggris” ada banyak “bahasa Inggris-bahasa Inggris” lain yang merupakan variasi dari bahasa tersebut. Dua versi bahasa Inggris yang paling umum digunakan adalah bahasa Inggris British dan bahasa Inggris Amerika. Read the rest of this entry →

Kursus Bahasa Inggris Online GRATIS di Blogdetik 14

Posted on September 03, 2009 by admin

Dunia telah menobatkan Bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Ini berarti bahasa Inggris adalah sebuah keniscayaan untuk mengglobal. Selain itu bahasa Inggris merupakan modal utama untuk mendapatkan segudang informasi dan ilmu yang sangat bermanfaat dari Internet sebab lebih dari 80% website/blog yang ada di Internet berbahasa Inggris dan sekitar 95% informasi di Internet dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Jika anda tidak bisa atau hanya mengetahui sedikit bahasa Inggris, maka anda juga hanya akan mendapatkan sedikit dari internet. Read the rest of this entry →